Senator DPRD Halmahera Tengah, Sadari Kobul (Foto: Istimewa)
Halmahera Tengah - DjongNusantaraNews - 06/07/26 - Terima kasih atas dedikasi dan perjuangan bersama Tim SK dalam menggapai keberhasilan. Bagi saya, Kakanda adalah sosok pemuda yang memiliki semangat membangun kampung halaman, menghormati para tetua, serta menghargai nasihat para leluhur sebagai pewaris negeri para kapita.
Hari ini saya, putra Bilifitu, menerima amanah dari rakyat negeri. Saya akan terus memperjuangkan hak-hak rakyat tanpa mengenal lelah. Tidak ada yang saya takuti di dunia ini selain Allah Azza wa Jalla.
Mari kita singsingkan lengan baju dan terus berjuang membawa perubahan. Setiap momentum pembahasan dan pengesahan anggaran di Badan Anggaran maupun rapat paripurna harus menjadi ruang untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Jangan sampai demokrasi hanya menjadi tempat datang, duduk, dengar, diam, dan menerima uang (5D).
Partai Amanah Nasional (PAN) harus hadir dengan gagasan yang besar, strategis yang matang, serta manuver politik yang santun namun tetap teguh pada pendirian. Perjuangan membangun konsep kemaritiman adalah harga mati. Kita harus merumuskan kebijakan yang berpihak pada pengelolaan perairan dan kelautan Maluku Utara agar mampu membangun Halmahera Tengah menuju masa depan yang lebih sejahtera.
Sebagaimana diketahui, sekitar 72 persen wilayah Maluku Utara merupakan lautan dan hanya sekitar 28 persen daratan. Potensi kelautan dan perikanan jauh lebih besar dibandingkan daratan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan sesuai semangat otonomi daerah.
Di sisi lain, kita juga harus mencegah kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan yang semakin meluas. Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama para bupati di Halmahera Tengah, Halmahera Timur, dan Halmahera Selatan perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan di sektor pertambangan serta memastikan seluruh kegiatan pertambangan mematuhi peraturan yang berlaku dan mengutamakan perlindungan lingkungan.
Kita berharap tidak ada lagi kerusakan hutan yang menghilangkan keindahan alam Halmahera serta hutan yang dipenuhi suara burung, Pohon Pala, Gaharu yang tumbuh subur, dan panorama alam yang menjadi kebanggaan masyarakat. Alam Halmahera merupakan simbol kekuatan dan warisan yang harus dijaga bersama.
Kekayaan alam ini adalah titipan leluhur untuk anak cucu kita. Jangan sampai kepentingan sesaat mengorbankan masa depan masyarakat Maluku Utara. Semangat perjuangan para Sultan Ternate, Tidore, Jailolo, Bacan, serta para kapita dan panglima perang yang mempertahankan negeri dengan pengorbanan jiwa dan raga harus menjadi inspirasi bagi generasi sekarang.
Kita tidak boleh melupakan sejarah. Para pendahulu telah berjuang mempertahankan kedaulatan dan kekayaan negeri ini agar dapat dinikmati oleh generasi penerus. Karena itu, pemerintah harus memperkuat kemandirian daerah, menjaga kearifan lokal (local wisdom), serta mengelola seluruh potensi daerah demi kesejahteraan rakyat Indonesia secara adil dan berkelanjutan.
Penguatan sektor riil, khususnya perikanan dan kelautan, harus menjadi prioritas pembangunan. Sebab Pengelolaan yang baik, transparan, dan berpihak kepada rakyat ialah cita-cita mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dapat tercapai.
Redaksi : Galang
