Saat warga Halbar antri untuk mengambil air bersih, (Foto: Istimewa).
Halmahera Barat - DjongNusantaraNews - 31/08/26 - API IBU- Aliansi Persatuan Rakyat Ibu mengkritisi sikap Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Barat terhadap penanganan kebutuhan dasar "Air Bersih" bagi masyarakat, khususnya dibeberapa desa yang berada di kecamatan Ibu Selatan.
Tokoh Pemuda Halmahera Barat dan juga kordinator API IBU, Kapten Fai, menilai krisis air bersih di alami warga menunjukan belum optimalnya peran OPD dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, pasalnya kondisi krisis air bersih bagi warga di kecamatan Ibu Selatan bukan hanya terjadi baru-baru ini akan tetapi sudah cukup lama warga bertahan hidup ditengah krisis air bersih, pada Minggu, 30 Agustus 2026, pukul : 14.00 Wit.
Kapten fai menilai dinas teknis seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan PDAM Kabupaten Halmahera Barat harus menjadi garda terdepan dalam menghadirkan solusi nyata atas persoalan kebutuhan air bersih. Artinya ada langkah kongkrit yang berkepanjangan sehingga menyediakan sumber air bersih bagi setiap pemukiman masyarakat.
"Sebab ini menyangkut kebutuhan dasar dan sumber kehidupan masyarakat. Dinas terkait harus lebih responsif dan tidak boleh membiarkan persoalan ini berlarut tampa penanganan serius", ungkap fai.
Kapten fai juga mengingatkan agar PDAM dan dinas PUPR Halbar jangan berdiam diri di dalam kantor dan terkesan menutup mata dengan alasan persoalan administrasi, tetapi benar-benar turun ke lapangan dan mencerminkan tanggung jawab atas kondisi lapangan.
"Jangan sampai anggaran dinas PUPR dan PDAM digunakan hanya kepentingan formalitas dan tidak berdampak bagi masyarakat. Justru yang di butuhkan masyarakat adalah alokasi anggaran yang benar-benar menjadi kebutuhan dasar warga", tegasnya.
Kapten fai menambahkan, kondisi warga yang dulunya masi mengandalkan air hujan sebagai alternatif kebutuhan akan tetapi dengan kondisi kemarau panjang, warga masyarakat terpaksa menyebarang dengan jarak tempuh 1 sampai 2 KM di desa tetangga untuk bisa mengambil air bersih menggunakan mobil dan motor yang disiapkan oleh masyarakat dimasing-masing desa tersebut.
"Kondisi ini menandakan solusi jangka pendek dan lemahnya peran pemerintah daerah dalam menyediakan sumber mata air atau tampungan air bersih", tegasnya.
API IBU juga mendorong Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Barat untuk lebih peka terhadap persoalan krisis air bersih ditengah kemarau panjang, jika tidak ada ketegasan dan penanganan jangka panjang maka Aliansi Persatuan Rakyat Ibu (API IBU) kedepannya akan melakukan blokade jalan dan serta aksi unjuk rasa dengan "Mosi Tidak Percaya Kepada Pemda Halmahera Barat.
Redaksi : Galang
