Tindaklanjuti Aspirasi Warga Ngade, Perumda Ake Gaale Perkuat Pengelolaan Aliran Air

Sebarkan:


Kepada Bagian Perencanaan dan Produksi Perumda Ake Gaale, Bambang Arsudiasi berfoto bersama masyarakat dan pimpinan Kelurahan Ngade (Foto: Istimewa). 


TERNATE - DjongNusantaraNews - 09/9/26 - Perumda Air Minum Ake Gaale Kota Ternate mengambil langkah cepat menyikapi keluhan masyarakat Kelurahan Ngade terkait kondisi aliran air yang berasal dari kawasan fasilitas produksi perusahaan.

Sebagai bentuk keterbukaan dan respons terhadap aspirasi warga, Perumda Ake Gaale bersama Pemerintah Kelurahan Ngade dan masyarakat melakukan pemeriksaan langsung di lokasi. Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat, khususnya warga RT 03 dan RT 08, untuk melihat secara bersama-sama kondisi yang menjadi perhatian masyarakat.

Dari hasil peninjauan, pihak-pihak yang hadir menemukan adanya aliran air dari kawasan fasilitas produksi yang kemudian mengalir menuju saluran dan kali. Kondisi tersebut memang terlihat secara langsung sehingga menjadi perhatian bersama untuk dilakukan evaluasi.

Meski demikian, dari hasil komunikasi dengan masyarakat di lokasi, sejumlah warga menyampaikan bahwa kondisi tersebut bukan merupakan kejadian baru dan selama ini masyarakat telah terbiasa dengan kondisi tersebut. Warga juga tidak menyampaikan adanya dampak langsung yang signifikan terhadap kehidupan maupun aktivitas masyarakat akibat kondisi tersebut.

Kendati belum ditemukan dampak langsung yang signifikan, tetapi Perumda Ake Gaale tetap memandang perlu dilakukan langkah antisipatif. Bagi perusahaan, setiap masukan masyarakat merupakan bagian penting dalam evaluasi operasional dan peningkatan pengelolaan fasilitas produksi.

Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah penguatan sistem pengendapan sebelum aliran air diteruskan menuju kali. Upaya tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan penambahan bak pengendapan agar proses pengendapan dapat berlangsung lebih optimal.

Kepala Bagian Perencanaan dan Produksi Perumda Ake Gaale, Bambang Arsudiadi, menyampaikan bahwa fasilitas bak pengendapan sebenarnya telah tersedia pada sistem yang ada. Namun, perusahaan melihat perlunya penguatan fasilitas tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pengelolaan aliran air.

"Bak pengendapan sebelumnya sudah ada. Namun, untuk meningkatkan efektivitasnya, kami akan mempertimbangkan penambahan bak pengendapan sehingga proses sebelum aliran diteruskan ke kali dapat berjalan lebih optimal", ujar Bambang.

Menurutnya, penambahan fasilitas tersebut merupakan bagian dari evaluasi teknis yang dilakukan perusahaan setelah melihat kondisi aktual di lapangan. Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk keseriusan Perumda Ake Gaale dalam menindaklanjuti masukan masyarakat.

Perumda Ake Gaale juga menilai bahwa persoalan lingkungan yang berada di sekitar fasilitas perusahaan perlu ditangani melalui komunikasi dan koordinasi antara perusahaan, pemerintah kelurahan, serta masyarakat. Dengan demikian, setiap persoalan dapat dilihat berdasarkan kondisi faktual dan dicarikan solusi yang tepat.

Pemerintah Kelurahan Ngade dan masyarakat yang ikut dalam pengecekan lapangan menjadi bagian penting dalam proses evaluasi tersebut. Kehadiran masyarakat diharapkan dapat memastikan bahwa langkah yang diambil perusahaan sesuai dengan kondisi yang benar-benar terjadi di lingkungan sekitar.

Perumda Ake Gaale memastikan bahwa evaluasi terhadap fasilitas dan sistem pengelolaan akan terus dilakukan. Penambahan bak pengendapan menjadi salah satu langkah perbaikan yang disiapkan perusahaan untuk memperkuat sistem pengelolaan sebelum aliran air diteruskan ke lingkungan.

Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Perumda Ake Gaale untuk tidak hanya berorientasi pada pelayanan air bersih, tetapi juga memperhatikan aspek pengelolaan lingkungan serta hubungan yang baik dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Perusahaan berharap melalui komunikasi terbuka, pengecekan bersama, dan perbaikan teknis, persoalan yang menjadi perhatian masyarakat dapat ditangani secara konstruktif serta tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar di kemudian hari.


Redaksi : Galang

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini