Formulasi Doktrin Islam Menghadapi Krisis Antroposen Modern

Sebarkan:


Oleh: Safitra Arif, Pengurus Fungsionaris PB HMI | Peserta LK-3 BADKO HMI Jatim (Foto: Isitimewa). 


Jawa Timur - DjongNusantaraNews - 10/0826 - Krisis Antroposen modern ditandai oleh perubahan iklim, kerusakan lingkungan, eksploitasi sumber daya alam, dan meningkatnya perilaku konsumtif manusia. Krisis ini menunjukkan bahwa kemajuan peradaban tanpa kendali moral dapat mengancam keberlangsungan kehidupan.

Islam memiliki doktrin yang relevan untuk menghadapi persoalan tersebut. Konsep manusia sebagai khalifah di bumi harus dipahami bukan sebagai legitimasi untuk menguasai alam secara bebas, tetapi sebagai amanah untuk menjaga dan merawatnya. Manusia memiliki tanggung jawab moral terhadap keberlangsungan kehidupan, bukan hanya terhadap kepentingan dirinya sendiri.

Doktrin tauhid juga dapat menjadi dasar etika ekologis. Alam merupakan ciptaan Allah yang memiliki keteraturan dan keseimbangan (mizan). Karena itu, tindakan merusak lingkungan, mengeksploitasi sumber daya secara berlebihan, dan membangun budaya konsumtif bertentangan dengan prinsip keseimbangan yang diajarkan Islam. Larangan israf dan fasad fi al-ardh menjadi dasar penting untuk mengkritik gaya hidup yang eksploitatif.

Dengan demikian, doktrin Islam perlu diformulasikan menjadi paradigma ekologis yang mengintegrasikan iman, tanggung jawab, keadilan, dan keberlanjutan. Kesalehan tidak cukup diwujudkan melalui ritual, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan. Menjaga bumi bukan sekadar agenda ekologis, melainkan bagian dari amanah keagamaan manusia sebagai khalifah Allah.

Dalam menghadapi Antroposen, Islam perlu tampil bukan hanya sebagai agama yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga sebagai kekuatan moral yang mengarahkan manusia untuk membangun peradaban yang adil, seimbang, dan berkelanjutan.


Redaksi : Udha

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini