Wakil Ketua BEM FEB Uncen, Ansiron A. Wetipo (Foto: Istimewa).
Jayapura - DjongNusantaraNews - 05/08/2026 - Dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, memicu keprihatinan mendalam dari kalangan mahasiswa. Peristiwa yang terjadi di tengah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut dinilai membutuhkan penanganan darurat serta evaluasi menyeluruh dari pihak berwenang, pada Selasa, 4 Agustus 2026, pukul : 14.00 Wit (di Jayapura).
Dugaan peristiwa keracunan makanan massal yang menimpa para siswa SD dan SMP penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejadian ini mengakibatkan lonjakan pasien di sejumlah fasilitas kesehatan.
"Korban terdampak adalah siswa-siswi SD dan SMP di Distrik Depapre. Pihak yang didesak bertanggung jawab meliputi Pemerintah Kabupaten Jayapura, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta penyelenggara Program MBG", Pernyataan resmi Via WhatsApp dan desakan ini disampaikan oleh Anrison A. Wetipo, sebagai Wakil Ketua BEM FEB Universitas Cenderawasih.
Kasus utama bermula di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura. Dampak penanganan darurat meluas hingga menyebabkan kepadatan pasien di Puskesmas Tipe A wilayah Sentani, Sentani Barat, dan Waibu. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari bahkan harus mendirikan tenda darurat, sementara sebagian pasien dirujuk ke rumah sakit di Kota Jayapura.
Seharusnya Program MBG dirancang untuk meningkatkan gizi dan kesehatan peserta didik. Kasus dugaan keracunan ini dinilai mengancam keselamatan jiwa anak-anak sekolah, sehingga memerlukan penanganan darurat yang transparan, terkoordinasi, serta bebas dari spekulasi publik.
Dengan problem tersebut kami ada beberapa tuntutan:
1.Pemerintah daerah diminta memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan kesehatan prioritas hingga sembuh total.
2.Pihak berwenang didesak menyelidiki rantai pengolahan, distribusi, hingga pengawasan bahan makanan, serta mengumumkan hasilnya secara terbuka kepada publik.
3.Memperketat pengawasan standar keamanan pangan (food safety), kebersihan dapur penyedia, dan standar gizi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
"Keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi prioritas utama. Kami menyampaikan dukungan dan doa bagi kesembuhan adik-adik kita, serta berharap pemerintah hadir secara nyata melalui tindakan yang transparan dan akuntabel demi masa depan anak-anak Papua", tegas Anrison.
Redaksi : Galang
