TOLAK PEMBAHASAN AMDAL PT. FHT DI JAKARTA, PEMUDA MABAPURA KENCAM KERAS PIMPINAN PERUSAHAN

Sebarkan:

Saat menggelar aksi massa di depan Perusahan PT FT. Feni, Halmahera Timur (Foto: Istimewa). 


Halmahera Timur - DjongNusantaraNews - 28/07/26 - Pertambangan hanya menghasilkan problem ekologi yang berkepanjangan. Bahkan lapisan "Masyarakat Kelas Bawah" belum merasakan hal tersebut. Akan tetapi mereka mendapatkan dampak pencemaran lingkungan yang mengakibatkan seluruh "Aktifitas Ekonomi" mati, mulai dari Hulu ke Hilir. 

Berangkat dari problem pertambangan itu, Senin, 27 Juli 2026 mencatat sejumlah Puluhan Masyarakat, Pemuda dan Mahasiswa yang di Kordinir oleh Himpunan Pelajar Mahasiswa Mabapura (HPMM). Aksi simbolik ini, bukan atas kemauan mereka. Namun pihak perusahan yang menggelarkan permasalah AMDAL di Bahas di Ibu Kota Jakarta. Ini yang menjadi "Kemarahan" mereka. 

‎"Menggelar pemboikotan aktivitas PT. Feni dan antam grup yang beroperasi di wilayah tanjung buli, Halmahera Timur gerakan ini murni timbul dari keresehan masyarakat daerah lingkar tambang", ungkap Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Mabapura (HPMM) RISANDI Latawan. 

‎"Tambang tidak pernah menghasilkan kesejahteraan tetapi menghasilkan malapetaka, bahkan pembahasan analisis dampak lingkungan (AMDAL) oleh PT. Feni di jakarta membuat masyarakat lingkar tambang murka, pembahasan AMDAL seharusnya di bahas di daerah terdampak, unjar salah satu pemuda mabapura", Yusrin Sahid. 

‎"Terlepas dari itu, menurutnya pimpinan PT. Feni harus peka. Masa AMDAL yang terdampak di mabapura di bahas di Jakarta ini kan tidak masuk akal", ungkap Yusril. 

‎Perlu diketahui PT Feni adalah perusahan industri raksasa yang akan beroperasi di wilayah tanjung buli, hal ini patut kita garis bawahi setiap pembahasan AMDAL seluruh tambang yang bercokol di Halmahera Timur wajib membahas AMDAL di Halmahera timur.

‎Karena setiap kerusakan ekogologi yang dilakukan oleh investasi tambang/industri dapat memutuskan harapan masyarakat yang terdampak hutan itu sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat lingkar tambang, hal ini menjadi perhatian serius untuk menjaga sisah hutan kami. 

‎Pemerintah provinsi Maluku Utara, Pemerintah daerah Halmahera Timur, dan pemerintah desa seharusnya menjadi tameng dan solusi bagi masyarakat bukan menjadi bagian dari investasi untuk menghancurkan daerah kami. 

‎"Ironisnya setiap tambang extra aktif yang hadir kami tidak merasakan kesejahteraan yang kami rasakan hanya pencemaran lingkungan, polusi di mana mana, mungkin polusi dan pencemaran lingkungan adalah hadiah bagi masyarakat lingkar tambang, sehingga pemerintah daerah berdiam diri dalam bangku kekuasaan. Kurasakan besar besaran sudah semakin dekat jika hari ini pembahasan AMDAL tidak di bahas di Halmahera Timur, pertanyaannya bagaimana dengan nasib kampung kita, bagaimana dengan nasib anak anak kita kedepan?", ucap Yusril. 

‎Jika PT. Feni tidak mengikuti permintaan masyarakat terkait pembahasan AMDAL maka aktivitas PT Feni di boikot dengan waktu yang tidak di tentukan.


Redaksi : Udha 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini