Flayer Diskusi Melankolis Law Forum, (Foto: Istimewa)
DjongNusantaraNews - Ternate, 24 Juli 2026 - Melankolis Institute akan menyelenggarakan Melankolis Law Forum pada Sabtu, 25 Juli 2026, dengan mengusung tema "Harmonisasi Gakkum: Menepis Isu Rivalitas dan Memperkuat Sistem Peradilan Hukum". Kegiatan ini direncanakan berlangsung di Rotasi Coffe, Kel. Kayu Merah, Kota Ternate.
Forum ini menjadi ruang dialog strategis yang mempertemukan unsur penegak hukum, akademisi, praktisi hukum, serta masyarakat untuk membahas pentingnya sinergi antarlembaga penegak hukum dalam mewujudkan sistem peradilan yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Melankolis Institute memandang bahwa dinamika hubungan antarlembaga penegak hukum perlu ditempatkan dalam perspektif kolaborasi, bukan kompetisi. Perbedaan kewenangan dan fungsi masing-masing institusi merupakan bagian dari sistem yang saling melengkapi untuk memastikan tegaknya supremasi hukum dan keadilan.
Forum ini direncanakan menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam bidang penegakan hukum, yaitu:
- Kepala Kepolisian Daerah Maluku Utara (Kapolda Maluku Utara);
- Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara (Kajati Maluku Utara);
- Akademisi Hukum Universitas Khairun (Unkhair); dan
- Akademisi Hukum UMMU.
Melalui diskusi yang konstruktif, para narasumber akan mengulas berbagai tantangan dan peluang dalam membangun harmonisasi penegakan hukum, memperkuat koordinasi antarlembaga, meningkatkan efektivitas sistem peradilan, serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
Ketua pelaksana Melankolis Law Forum, menyampaikan bahwa forum ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang aplikatif bagi penguatan sistem penegakan hukum di Indonesia, khususnya di Provinsi Maluku Utara.
"Penegakan hukum yang berkeadilan hanya dapat diwujudkan melalui sinergi yang kuat antarpenegak hukum. Melankolis Law Forum hadir sebagai ruang dialog untuk memperkuat kolaborasi, menghilangkan stigma rivalitas, dan membangun komitmen bersama dalam menghadirkan sistem peradilan yang profesional, transparan, dan dipercaya masyarakat", ujar Ramdani Akbar.
Selain menjadi forum pertukaran gagasan, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat komunikasi antarpenegak hukum, akademisi, dan masyarakat sipil dalam mendukung reformasi hukum yang berkelanjutan serta penguatan tata kelola sistem peradilan di Indonesia.
Melankolis Institute mengundang unsur pemerintah, aparat penegak hukum, akademisi, organisasi masyarakat sipil, mahasiswa, insan pers, dan masyarakat umum untuk turut berpartisipasi dalam forum ini sebagai bagian dari upaya bersama membangun ekosistem penegakan hukum yang kolaboratif, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
"Kami berharap forum ini menjadi agenda intelektual yang mampu menghasilkan rekomendasi konkret demi terwujudnya penegakan hukum yang berkeadilan, berintegritas, dan semakin dipercaya oleh masyarakat", tutupnya.
Redaksi : Galang
