Makassar – DjongNusantaraNews - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar menjadi sorotan publik yang memperlihatkan seorang narapidana diduga bebas menggunakan alat komunikasi di dalam sel.
Berdasarkan data yang dihimpun tim redaksi, narapidana yang masih dirahasiakan identitasnya, diduga kerap melakukan komunikasi dengan pihak luar.
Koordinator Lapangan Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Sulawesi Selatan, Dandi, turut menyoroti dugaan tersebut dan mempertanyakan lemahnya pengawasan di dalam lapas, peristiwa ini terjadi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar, Sulawesi Selatan. Saat dikonfirmasi awak media, Jumat (15/05/2026).
Informasi yang diperkuat oleh narasumber menyebutkan bahwa aktivitas ilegal tersebut dilakukan baik pada siang hari dan malam hari.
Dandi mengaku heran karena penggunaan HP oleh narapidana seharusnya sangat dibatasi. Ia bahkan menduga adanya praktik peredaran narkoba jenis sabu di dalam lapas.
"Meski pihak lapas disebut telah melakukan razia dan memusnahkan puluhan HP, narasumber menduga tidak semua perangkat disita atau dimusnahkan," ucapnya.
AMARA SULSEL mendesak Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Sulawesi Selatan untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh serta mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat. Ia bahkan meminta Kepala Lapas Makassar dicopot dari jabatannya jika terbukti lalai dalam pengawasan.
"Kasus ini dinilai menjadi peringatan serius bagi aparat terkait agar memperketat pengawasan di dalam lembaga pemasyarakatan. Jika tidak segera ditangani, lapas dikhawatirkan berubah fungsi dari tempat pembinaan menjadi pusat kendali pungli dan bisnis ilegal lainnya seperti narkoba," pungkasnya.
Dandi jg mengatakan Kanwil imipas sul-sel agar melakukan investigasi terhadap lapas kota makassar di indikasi adanya praktek praktek bisnis dalam lapas yang di duga kalapas kota makassar meraup keuntungan.
Selanjutnya, Setelah awak media menghubungi kplp lapas makassar untuk konfirmasi dan meminta tanggapannya, Namun kplp lapas makassar arahkan awak media untuk komunikasi ke humasnya bahkan melakukan suap menyuap, diduga kplp makassar menutup mata dengan adanya kasus tersebut, Selain itu kalapas makassar saat di konfirmasi memilih bungkam dan tidak menanggapi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Lapas Makassar dan Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Sulawesi Selatan diduga bungkam dan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.
Redaksi : Galang
.jpg)