Oleh : Julfahnur Wahab, S.E
Mahasiswa Magister Ekonomi Syariah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
DjongNusantaraNews - Dunia saat ini sedang berada dalam fase pemulihan yang menantang, di mana ketidakpastian global menuntut adanya fondasi ekonomi yang lebih tangguh dan inklusif. Dalam dinamika ini, peran perempuan telah bertransformasi dari sekadar partisipan menjadi motor penggerak utama yang menentukan arah kemajuan bangsa. Mengabaikan potensi perempuan dalam ekonomi bukan hanya merupakan ketidakadilan sosial, melainkan sebuah kerugian strategis yang besar bagi pertumbuhan domestik bruto suatu negara.
"Transformasi perempuan menjadi motor penggerak ekonomi nasional di Indonesia saat ini lebih banyak lahir dari daya sintas mandiri dibandingkan hasil rancangan kebijakan negara yang komprehensif".
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan telah menyentuh angka 54,52%, sebuah capaian yang di satu sisi membanggakan, namun di sisi lain menyimpan realitas kritis. Angka ini mencerminkan bahwa perempuan kini mengambil peran sentral dalam menjaga stabilitas domestik, sering kali dengan masuk ke pasar kerja informal yang minim perlindungan, demi menambal lubang kesejahteraan yang gagal dipenuhi oleh lapangan kerja formal yang disediakan negara.
Dominasi perempuan di sektor UMKM, yang menurut data kementerian terkait (Kemenkomdigi, KemenPPPA) dan Badan Pusat Statistik (BPS) per tahun 2024-2026 mencapai 64,5%, sering kali digunakan pemerintah sebagai instrumen pencitraan keberhasilan pemberdayaan. Padahal, jika dikritisi secara mendalam, konsentrasi perempuan yang begitu besar di sektor mikro adalah bentuk strategi bertahan hidup (survival mechanism) di tengah ketiadaan jaring pengaman sosial yang memadai. Meskipun UMKM secara agregat menyumbang lebih dari 61% terhadap PDB nasional, negara belum hadir secara utuh dalam menjamin stabilitas harga bahan baku dan kepastian rantai pasok yang sering kali mencekik para pengusaha perempuan di tingkat akar rumput.
Kekuatan ekonomi perempuan juga memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh sektor lain, yakni adanya efek pengganda atau multiplier effect yang sangat tinggi terhadap kesejahteraan sosial. Secara statistik, perempuan cenderung mengalokasikan sebagian besar pendapatan mereka untuk investasi masa depan keluarga, seperti pendidikan berkualitas dan pemenuhan gizi anak. Hal ini menciptakan sebuah siklus ekonomi positif yang berkelanjutan, ketika seorang perempuan mandiri secara finansial, ia secara langsung sedang membangun kualitas sumber daya manusia unggul untuk generasi mendatang.
Dengan demikian, penguatan ekonomi perempuan adalah strategi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan struktural yang sering kali menjadi beban bagi negara. Namun di tengah potensi yang begitu besar, narasi mengenai perempuan sebagai penggerak ekonomi masih sering terbentur oleh tembok struktural yang belum runtuh sepenuhnya. Hambatan tersebut mulai dari kesenjangan upah yang masih terjadi, sulitnya akses terhadap pendanaan formal karena kendala administratif, hingga beban kerja domestik tidak berbayar yang masih timpang. Perempuan sering kali harus melakukan peran ganda yang melelahkan antara tanggung jawab produktif dan domestik tanpa dukungan infrastruktur sosial yang memadai. Kondisi ini menuntut adanya kebijakan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menyentuh akar permasalahan melalui penyediaan akses modal yang inklusif, pelatihan literasi digital yang masif, serta lingkungan kerja yang mendukung fleksibilitas.
Menuju masa depan yang berbasis pada ekonomi hijau dan digital, posisi perempuan semakin krusial. Mereka merupakan inovator dalam ekonomi sirkular dan praktik bisnis berkelanjutan yang lebih mengutamakan kelestarian lingkungan. Ke depan, keberhasilan sebuah negara dalam memenangkan persaingan global akan sangat bergantung pada seberapa besar ruang yang diberikan bagi perempuan untuk memimpin dan berinovasi. Menjadikan perempuan sebagai subjek utama dalam kebijakan ekonomi bukan lagi sekadar pilihan etis, melainkan sebuah keharusan ekonomi yang cerdas demi menciptakan tatanan dunia yang lebih stabil, adil, dan sejahtera bagi semua pihak.
Redaksi : Galang
.jpg)