Jakarta — Djong Nusantara News - Ikatan Mahasiswa Nusantara dijadwalkan menggelar aksi demonstrasi di Gedung kantor pusat Badan Gizi Nasional (BGN) di Jl. Kebon Sirih, Jakarta Pusat pada Kamis (9/4/2026). Aksi tersebut mengusung tema “STOP NEPOTISME Badan Gizi Nasional.”
Dalam keterangan yang diterima, aksi ini bertujuan mendorong penguatan kebijakan pemenuhan gizi nasional sebagai langkah strategis dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul, cerdas, dan produktif. Mahasiswa menilai, intervensi gizi yang terstruktur. Serta termasuk program makan bergizi yang memegang peranan penting dalam memutus rantai stunting, khususnya pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta mengoptimalkan pertumbuhan remaja.
Selain itu, pemenuhan gizi yang baik dinilai memiliki dampak langsung terhadap kemampuan kongitif dan fisik masyarakat, yang menjadi faktor utama dalam meningkatkan daya saing global menuju tahun 2045.
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menargetkan percepatan operasional sekitar 35.000 hingga 36.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia hingga tahun 2026. Program tersebut dirancang untuk melayani makan bergizi gratis bagi sekitar 82,9 juta penerima manfaat, yang mencakup anak sekolah, balita, ibu hamil, hingga lansia.
Hingga Februari 2026, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat dengan dukungan lebih dari 22 ribu SPPG di berbagai daerah. Pemerintah menyebut program ini sebagai langkah strategis nasional dalam meningkatkan kualitas SDM sekaligus menekan angka stunting.
Namun demikian, dalam
pernyataannya, Ikatan Mahasiswa Nusantara juga menyoroti “Pentingnya penerapan
prinsip Good Governance dalam pelaksanaan program tersebut. Mereka menilai,
transparansi informasi publik, penggunaan anggaran yang akuntabel, serta
tanggung jawab kelembagaan harus menjadi landasan utama dalam menjalankan
amanat Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024”. Pungkasnya
Mahasiswa juga mengungkap adanya
dugaan “Praktik Nepotisme” oleh sejumlah oknum di lingkungan Badan Gizi Nasional
(BGN) dan jaringannya. Hal tersebut dinilai berpotensi mencederai integritas
program serta menghambat pencapaian target nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Sebagai bentuk sikap, masa aksi
menyatakan akan terus melakukan demonstrasi secara konsisten hingga seluruh
pihak terkait melakukan pembenahan. Mereka berharap, program pemenuhan gizi
nasional dapat berjalan secara bersih, transparan, dan tepat sasaran demi
kepentingan masyarakat luas.(Red)
