Ternate - Djong Nusantara News – Forum Komunikasi Mahasiswa Ekonomi Ternate (Forkomter) secara resmi melayangkan "Kritik Tajam" terhadap manajemen Perumda Ake Gaale Kota Ternate yang dinilai gagal total dalam memberikan pelayanan dasar bagi masyarakat. Dalam pernyataan sikapnya, Forkomter menyoroti krisis distribusi air bersih yang kian memprihatinkan di sejumlah wilayah strategis kota. Mereka menegaskan bahwa air merupakan hak asasi warga yang tidak boleh terabaikan akibat manajemen yang buruk.
Kekecewaan ini didasari oleh banyaknya keluhan pelanggan terkait suplai air yang sering mati total selama berhari-hari tanpa adanya pemberitahuan resmi maupun kompensasi yang jelas. Forkomter menilai, alasan teknis yang sering disampaikan pihak Perumda Ake Gaale Kota Ternate. Seperti kerusakan mesin atau penurunan debit air yang hanya menjadi "Alibi Klasik" untuk menutupi ketidakmampuan manajerial dalam melakukan perawatan preventif. Hal ini dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap tanggung jawab publik yang sangat krusial.
Selain masalah distribusi, Wandi Sanmas sebagai Sekretaris Jendral Forum Komunikasi Mahasiswa Ekonomi Ternate (Forkomter) juga mengkritik transparansi anggaran dan pengelolaan infrastruktur di tubuh Perumda Ake Gaale Kota Ternate. Menurut wandi, besarnya investasi dan penyertaan modal yang telah diberikan pemerintah daerah seharusnya mampu membawa perubahan signifikan pada kualitas layanan. Namun, realita di lapangan justru menunjukkan kondisi infrastruktur yang usang dan kebocoran pipa yang terus berulang tanpa adanya solusi jangka panjang yang konkret.
“Kami menilai jajaran direksi saat ini gagal menjalankan amanah dan tidak memiliki visi yang jelas dalam mengatasi krisis air di Ternate,” tegasnya Sekjend Forkomter.
Bahkan Forkomter mendesak "Wali Kota Ternate segera melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk melakukan audit kinerja dan mendepak oknum-oknum di internal PDAM yang terbukti tidak kompeten. Jika desakan ini tidak segera direspons dengan langkah nyata, Forkomter mengancam akan melakukan aksi massa yang lebih besar untuk menuntut keadilan". Pungkasnya.
"Forkomter berharap agar pemerintah kota tidak menutup mata terhadap penderitaan warga yang harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air galon atau mobil tangki demi kebutuhan sehari-hari. Reformasi birokrasi di tubuh PDAM Ternate dianggap sebagai harga mati untuk memastikan ketersediaan air bersih yang layak dan berkesinambungan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali". Tutur Wandi.
Redaksi : Ramdani
.jpg)